Tuesday, August 21, 2007

That's Evolution

Seberapa banyak dari kita yang memahami arti sebenarnya dari evolusi. Sebagian besar manusia masih “salah kaprah”terhadap arti evolusi yang sebenarnya. Bahkan sebenarnya Charles Darwin tidak pernah mengatakan bahwa manusia berasal dari monyet. Pemahaman kita seringkali salah mengenai evolusi. Dalam benak kita, evolusi seperti perubahan perlahan-lahan dari suatu makhluk hidup karena kebiasaan selama bergenerasi-generasi. Contoh sederhana, jerapah dulu tidak memiliki leher panjang tapi karena kebiasaannya menjulurkan lehernya saat mencari makan di pucuk-pucuk pohon, lama-kelamaan leher mereka bertambah panjang hingga sepanjang saat ini. Itu pemahaman yang sama sekali salah! Itu sama halnya dengan mengatakan dulu manusia itu adalah monyet, lalu berkembang sedikit demi sedikit hingga seperti saat ini. Sekali lagi, salah besar!

Evolusi bukan seperti itu. Evolusi bekerja dengan 2 langkah. Variasi dan seleksi alam.
Variasi artinya kadang-kadang / kebetulan, makhluk hidup lahir dengan suatu perbedaan dengan lainnya dalam spesiesnya (jangan katakan anda tidak pernah melihat manusia berkaki 3, anjing tanpa bulu, kambing berkepala 2 atau lainnya yang mungkin terkadang kita sebut dengan “cacat”). Variasi tidak selalu baik atau buruk. Itu hanya terjadi begitu saja di alam.
Seleksi alam artinya semakin cocok makhluk hidup dengan daerah tempat tinggalnya, semakin besar kesempatannya untuk hidup lama dan mempunyai keturunan. Kemudian keturunannya mungkin mewarisi variasi yang membuat induk makhluk hidup tersebut bertahan / sangat berhasil di lingkungan lokalnya.
Salah satu contoh nyata, di awal 1800-an, kebanyakan ngengat lada berwarna abu-abu muda. Mereka hampir tidak terlihat di samping pepohonan dan burung-burung mengabaikan mereka. Namun kadang-kadang bayi ngengat berwarna hitam lahir. Tetapi mereka (ngengat hitam) mudah terlihat burung dan menjadi santapannya. Jadi kebanyakan dari ngengat hitam tidak mendapat kesempatan hidup cukup lama dan berkembang biak. Tetapi saat pabrik-pabrik dibangun dan polusi mengotori udara (terutama asap dari pembakaran batu bara), pepohonan segera dilapisi jelaga hitam. Hal ini mengakibatkan ngengat abu-abu muda dalam bahaya, dimangsa oleh predator dengan kecepatan yang mencemaskan, sedangkan ngengat hitam bertahan hidup dan bertambah banyak (lebih banyak dari ngengat abu-abu muda). Sekarang keadaan berubah lagi, polusi telah dikendalikan, populasi ngengat abu-abu muda kembali lebih tinggi dibanding ngengat hitam. Sebagai catatan, ngengat abu-abu muda dan ngengat hitam merupakan satu spesies yang sama, bukan 2 jenis yang berbeda.

Semoga dengan ilustrasi tersebut kita tidak mudah “menelan mentah-mentah” ajaran / info yang berkembang. Telusuri dan pelajari dahulu apa makna sebenarnya. Masih berpikir manusia berasal dari monyet?

Sunday, August 19, 2007

Noah's Ark, ha ha ha ...

(Dari: Noah’s Favorite Animal Jokes; Anjing yang Setia & Sapi yang Sok Tahu by Jennifer Hahn).
Salam sobatku – saya Nuh, penjaga “kebun binatang terapung” pertama di dunia. Pekerjaan yang menyenangkan, ya? Lupakan itu! Itu sangat menyusahkan – hanya perlu delapan orang supaya ribuan makhluk yang mabuk laut menjadi penurut. Setiap hari kami harus memberi makan mereka, mendengarkan pertanyaan mereka, “sudah sampai belum?” dan mengusir kecoak dan burung pelatuk supaya tidak memakan dinding – dinding kapal. Itu cukup melelahkan seseorang yang usianya separuh dari usia saya…. Anda tahu, salah satu dari orang – orang berusia 300 tahun yang lancang dan tidak berarti. Tentu saja humor menjadi kunci mempertahankan akal sehat, saya punya banyak bahan untuk dipelajari. Saya punya cerita – cerita tentang anjing, kalkun dan kambing. Saya punya dongeng – dongeng tentang kangguru, katak dan kelinci. Saya punya lelucon tentang kucing jinak, sapi dan binatang lainnya. Mungkin anda suka mendengarkan kegiatan rutin saya… burung hantu mengatakan itu hal yang sangat lucu. Jadi masuklah ke kapal. Hati – hati dan jangan berisik atau membuat gerakan tiba – tiba. Bersantailah untuk sementara waktu dan nikmatilah Anjing yang Setia & Sapi yang Sok Tahu.


Tepat sebelum bahtera berlayar, Nuh melihat kedua anaknya memancing ikan di sisi kapal. "Hematlah umpanmu, anak-anak," katanya. "Ingatlah aku hanya memiliki dua cacing."

Ketika Nuh dan keluarganya meninggalkan bahtera, mereka berhenti di punggung sebuah bukit dan kembali melihat bahtera mereka. " Kita harus melakukan sesuatu Nuh," kata istrinya. " Bahtera tua yang besar dan usang itu akan terus berada di sana dan akan mengganggu pemandangan selama tahun-tahun mendatang." Segalanya sudah ditangani dengan baik," Nuh meyakinkan dia. "Aku meninggalkan dua ekor rayap di atas kapal."

Di mana Nuh menempatkan lebah? In the ark hives (Dalam kotak sarang lebah dalam bahtera). (Ark hives merupakan pelesetan dari archives yang berarti arsip).

Di mana Nuh ketika lampu mati? Dalam kegelapan (d'ark). (dark berarti kegelapan, sedang d'ark = the ark, yang berarti bahtera).

Siapa ahli keuangan terbaik dalam Alkitab? Nuh. Dia menggapungkan ternaknya ketika seluruh dunia tertutup air.

Tuesday, August 14, 2007

Old Stories

Dulu (nggak pake kala), saya sering melakukan hal2 gila bersama teman saya, Hilla. Berawal dari pertemuan kami di SMP, tiap minggu kami selalu bersepeda ke Kalibendo. Memang bukan hal baru untuk saya sebab saya sudah bersepeda sejak masih SD. Jarak yang kami tempuh pada masa itu sekitar 40 km pulang-pergi dengan 50% tanjakan dan 50% turunan, jalan aspal. Pada masa itu, jarak itu sudah sangat jauh bagi kami, apalagi masih jarang yang rutin bersepeda gunung seperti kami. Tidak berhenti di situ, suatu ketika kami memutuskan melakukan hal yang “lebih”, kami memutuskan pergi ke Pal Tuding dengan bersepeda dari kota Banyuwangi. Perlu diketahui, Pal Tuding merupakan pos perhentian di kaki Kawah Ijen. Ketinggian di Pal Tuding mencapai 1900 meter dari permukaan laut, jangan berharap bertemu pemukiman di sekitarnya (sekali lagi pada masa itu), yang ada hanya hutan, hutan, hutan dan perkebunan. Jaman itu (lagi), jalan masih tidak semulus dan segampang saat ini. Jalan masih sempit dan rusak berat. Tanjakan super curam, aspal berpasir atau berlumut, turunan ekstim, atau jalan hancur dengan batu terlepas sebesar kepala manusia, komplit! Tanpa bekal memadai, tanpa persiapan, tanpa baju tebal (kami pakai kaos oblong & Hilla pakai sandal jepit) kami menempuh perjalanan sekitar 5 jam sejauh kurang lebih 40 km (berangkat saja). Parahnya, persediaan air kami habis, kurang makan dan diserang badai petir dan hujan deras tepat di Pal Tuding. Dalam hidup saya, jujur itu merupakan salah satu perjalanan terberat yang pernah saya lakukan. Umur kami masih 15-an waktu itu. Beruntung kami tidak harus menginap di tengah hutan! Satu hal yang kami sesali saat itu, kami tidak sempat mengabadikan kesempatan itu sama sekali, tidak ada foto atau catatan apapun, hal itu terjadi begitu saja.
Sekarang sudah lebih dari 9 tahun setelah salah satu kegilaan kami tersebut. Banyak sekali perubahan pada kami berdua. Saya masih tetap menggeluti sepeda gunung saya, Hilla lebih ke sepeda motor. Yeahhh.. life goes on.

Monday, August 13, 2007

True Constant Garderner

Dalam hidup anda, berapa banyak dari semua orang yang anda kenal yang mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk melakukan sesuatu (pekerjaan) benar2 dengan segenap hidup dan hatinya? Atau, berapa lama anda bisa bekerja dalam sehari? 10, 12, 14 jam? Dalam sebulan??
Saya mengenal seseorang yang bangun pukul 5 pagi setiap hari, menyiapkan sarapan, membersihkan rumah lalu mulai berkebun. Ya, berkebun. Bukan 2 atau 3 jam dalam sehari, tapi lebih dari 14 jam sehari termasuk hari minggu! Tidak ada kata libur! Dari pagi buta hingga tengah malam, terkadang hingga pukul 1 dini hari jika tidak diingatkan! Umurnya genap 50 tahun beberapa hari lagi, tapi kebiasaannya setiap hari mengurus kebun bunga dan beberapa pohon2 besar di tanah seluas sekitar 2000m2 membuatnya tetap bugar & nyaris tidak pernah sakit. Tidak dibayar, mengurus segala jenis perawatan mulai menyiram bunga (lebih dari 200 pot besar dan kecil), memindah pot, menyapu hingga memotong pohon setiap hari tanpa libur.
Jika dalam 1 hari rata2 sekitar 12 jam berkebun maka berarti 84 jam/minggu, 252 jam/bulan atau paling tidak 3000 jam/tahun! Belum pernah saya melihat seorang tukang kebun seperti dia. Dialah ibu saya.

Sunday, August 12, 2007

New Bike Review


After a long expectation. Finally… i can test this war machine. No pre test, no warming up & no doubt. On 2 pm, 10/8 2007 with my friend, Hilla, and also my father try to rumble the new place behind my new warehouse. Its half pipe ground with little rock, bushes and bamboo trees. Never done like this before, i try to make jump on this new playground and … i failed! T_T. I get stratch on my left hand but everything is ok. After it, we decided to search new (and more fun) playground. On northen of Banyuwangi, about 400m fsl, we found a fun place. Yeah, no jumps or drop off, its only single track, wet soil covered with leaves butt… the fun things is… its really steep down so i can gain more speed, in the end of descending i must pull my brake! Hard right corner! No berm!
First try everything is under control until the cornering section comes. I get too fast so i loose my line, but everything still ok, no crash. Second try… Third try…. I don’t remember how many i try and going better, and going better everytime i try. On the last run, when the day going dark, i try to push harder to myself. I keep pedaling on every descending until its makes me fly on last steepest descending, im sure my speed its about 45-50 mph at that section, and when my tire touch ground again i do a late braking before the hard right corner, everything done well, i makes a big drift on turn, keep my speed and line, but i think the leaves on ground and hard corner without berm makes my fantastic action belongs to disaster. In the end of turn i cant stop my drift action, speed still high at that section and the brakes doesn’t helps anymore. Big slide at max speed, almost over the bar action, thanks i can stop my bike, but i still cant stop! I let my new bike hit the ground so hard, and i fly then run before stuck on a slice of log! Poor guy! Cant you do a better way to crash?!?!? T_T
Fiuhhhh… thanks God im ok. Thanks to my knee protector that really works to safe me from my sharp pedals, my google from bushes and my gloves from sharp cutten trees. Its just little impact to my rib, couple of red line on my right hand and left shoulder. No problem, i still can walk and go home…

On this test, I really satisfied with my new bike performance. Rolling so fast and faster on descend, so smooth on corner, stable, ultimate rear suspension performance and overall I can say that all you have to do is just let the bike works for you. This bike amazingly can handle rough terain with loose rock without "bumpy" action, i dont belive the rear travel only 6 inch, its like 7 inch travel, i feel my tire always kiss the ground hardly. Fantastic middle sus travel bike for me.

Tuesday, July 24, 2007

My New Stuff !

Introducing: my brand new Giant Reign 2007 Freeride Edition! (ngarang kalee!). Ini sepeda paling mahal dari semua yang pernah saya pake selama ini. Total saya menghabiskan 16,4 juta! Itupun sudah dihemat2 dengan pemakaian beberapa parts bekas dan “akal-akalan” alias bikin sendiri supaya agak murah tapi tetep aman coy! Kalo nggak, pasti dah tembus 20 juta-an! Fork Marzocchi Bomber saya beli 2nd seharga 2,9 juta tahun lalu, bash guard & chain guide buatan sendiri dengan bahan plat aluminium dan roller teflon, sisanya pake peralatan dari sepeda terdahulu.
Kemarin2 sebenernya belum kepikiran pake sepeda ini. Sebelumnya saya pake Iron Horse Warrior Trail 2005 sekitar setahun, pas di Porda Bali (Bangli) waktu dateng ke kejuaraan, eh tau2nya ada yang nawar frame-nya. Emang sih masih mulus, barang asli, ringan & sebenernya udah cocok banget ama saya. Berhubung ditawar cukup tinggi, ya dilepas aja. Frame only laku 2,5 juta! Gak pake nunggu besok, begitu dibayar langsung ke toko sepeda he3… Udah kebelet (thanks to Jayakarta bike shop)…. Pilihan jatuh ama Giant Reign 3, beli frame aja 7 juta termasuk ongkos kirim, headset & seatpost. Btw, puas banget! Yang jadi ganjalan cuman shock belakang yang pake udara (Fox Float R) bukan coil, agak beda ama sepeda yang dulu, jadi mesti nyesuaiin lagi cara bawanya. Lagian make mesti agak ati2, shock ini kata yang punya toko kalo beli terpisah harganya 2,9 juta! Alamak! Padahal gedenya nggak ampe se-botol air mineral yang tanggung. Mahal amat seehhh…

Spesifikasi:
Frame 2007 Giant Reign 3. Fork Marzocchi Bomber 180mm. Truvativ Hussefelt DH handlebar. Headset Cane Creek with PZ Racing Carbon Spacer. Crankset Truvativ Hussefelt 38A with BB Truvativ Giga Pipe Team SL. Odyssey South Gate Pedal. Sprocket Shimano CS-HG30-81 with Shimano HG50C. Freehub Hone. Hub Saint. Rim Sun Rims Single Track Camo, DT Swiss spokes with WTB Timberwolf 2.3 Tires. Seatpost Giant Racing, SDG Landing Strip Saddle. F brake Saint 203mm rotor, hydraulic. R brake Hone 203mm rotor, hydraulic. RD Hone. Brake lever Shimano Deore LX. Shifter Alivio (right only). Grip Scott. Shimano Wiring System.

My Pic's.

Dulu aku suka banget foto2. Kemana2 bawa kamera. Sekarang dah pensiun he3… Nggak, nggak, cuman gak segiat dulu lagi. Sekarang ganti haluan, sepeda gunung. Sepeda ini sebenernya bukan hal baru bagiku. Dari TK dah naek sepeda, SD ampe SMP ke sekolah naek sepeda juga, pas SMA kadang2 aja. Lha tahun I – IV kuliah berhenti total booo… Baru sekitar 2 tahun ini mulai aktif lagi. Sebagai kenangan, nih foto2 de’best’ waktu tu:









(c) 2007 Top of The World.
He3.. Cuman saya dan Ricrard sendiri yang tahu apa yang terjadi sebelum foto ini diambil (",).. Ini foto 'tertinggi' yang pernah saya ambil, 2200 m dpl lebih!


Kiri: (c) 2003 Sunset at Kuta Beach. No comment! Bagus gak?. Kanan: (c) 2004 Teratai. Yang ini juga pake kamera saku digital. Canon PS-S400. Foto di kolam kecil di depan rumah.


Kiri: (c) 2003 Geger Beach. Siapa bilang pake kamera saku gak bisa bagus hasilnya, ni foto kuambil pake kamera saku Canon BF-800. Kanan: (c) 2006 Si @ Tanah Lot. Niek, kapan kita jalan2 lagi? Mo gak kufoto kayak gini?

Kiri: (c) 2004 Prambanan Under Construction. Waktu jalan2 ke Jogja bareng temen2 sekampus didaulat jadi tukang foto. Sekalian deh cari2 obyek. Kanan: (c) 2006 Cycling. Foto iseng2. Waktu latihan sepeda, eh ada obyek, ya jepret aja.

Kiri: (c) 2005 Pesparawi. Meski jak jadi juara pertama, yang penting foto2. He3.. Kanan: (c) 2005 Reflection. Foto anggota tim pesparawi di dalam bus, menunggu keberangkatan sebelum bertanding.


(c) 2004 Sunrise at Kintamani.
Waktu tempuh perjalanan dari Denpasar hampir 2 jam. Berangkat jam 4 pagi, sempet nungguin gelap2an & suhu yang membeku hanya untuk 1 foto ini!

(c) 2003 Festival Olah Raga Tradisional @ Nusa Dua.
Gak tiap saat bisa dapet! Ni foto diambil waktu gelaran festival orah raga tradisional se-Indonesia yang digelar 22-25 Agustus 2003 di Nusa Dua, Bali.

Wise Man Say.

Persahabatan adalah satu jiwa tunggal yang hidup dalam dua raga.
(Aristotle)

Manusia pasti pernah membuat kesalalahan; itulah kehidupan. Tapi mencintai tidak pernah merupakan kesalahan.
(Romain Rolland)

Kita selalu takut untuk memulai sesuatu yang ingin kita jalani dengan bagus, tulus dan serius.
(Brenda Ueland)

Keberanian bukan berarti tidak punya rasa takut, melainkan berani bertindak walau merasa takut.
(Mark Twain)

Kini satukanlah tangan kalian, dan dengan tangan kalian, hati kalian.
(William Shakespeare)

Kebahagiaan terbesar dalam hidup ini adalah keyakinan bahwa kita dicintai – dicintai karena diri kita apa adanya, atau lebih lagi, dicintai walaupun seperti kita apa adanya.
(Victor Hugo)

Oleh sentuhan cinta, semua orang menjadi penyair.
(Plato)

Saat satu pintu tertutup, pintu lain terbuka, tapi sering kali kita menatap pintu yang tertutup itu begitu lama dan dengan penuh sesal, hingga kita tidak melihat pintu yang telah terbuka untuk kita.
(Alexander Graham Bell)

Monday, July 23, 2007

Selingan.

Doa Seorang Ayah Untuk Anaknya

Tuhanku, binalah anak hamba untuk menjadi seseorang yang

cukup kuat untuk mengakui kelemahannya,
cukup berani untuk mengakui ketakutannya,
bangga dan tabah serta jujur dalam mengakui kekalahan,
rendah hati dan lemah lembut dalam kemenangan.
Binalah anak hamba menjadi seseorang
yang mampu mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja;
seorang anak yang sadar bahwa mengenal Engkau
dan mengenal dirinya sendiri
adalah landasan segala pengetahuan.Kumohon kepadaMu,
janganlah pimpin dia di jalan yang mudah dan enak,
namun berilah dia kesempatan
untuk mengalami tekanan dan cobaan di jalan
yang penuh kesulitan dan tantangan.
Berilah dia kesempatan belajar untuk tetap tegak dalam prahara,
dan welas asih kepada yang mengalami kegagalan.
Binalah anak hamba untuk berhati tulus,dan bercita-cita tinggi;
seorang anak yang mampu memimpin dirinya sendiri
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain,
seorang anak yang memahami arti tawa ceria
tanpa melupakan arti tangis duka,
seorang anak yang mampu memandang jauh ke masa depan
namun tidak melupakan masa yang telah silam.
Dan bila semua ini telah menjadi miliknya,
aku mohon kepadaMu, tambahkanlah secercah kejenakaan
supaya dia dapat bersungguh-sungguh
dan juga dapat menikmati hidupnya.
Anugerahilah dia kerendahan hati dan kesederhanaan
yang merupakan dasar keagungan yang sejati,
kesediaan untuk menerima kenyataan
yang merupakan dasar kearifan yang sejati dan kelembutan
yang merupakan dasar dari kekuatan yang sejati.
Dan akhirnya, jika semua itu telah terwujud,hamba,
ayahnya,akan memberanikan diri untuk berbisik,"hidup hamba tidaklah sia-sia".

(Doa Jendral Douglas MacArthur bagi anaknya. Ia menulis doa itu
pada hari-hari pertama Perang Pasifik)

Nemuin Temen Wooiii.

Hari minggu 16/7 kemaren kita maen sepeda ke Bedugul. Selesai Porda (Pekan Olahraga Daerah) di Bangli daripada mobil sewaan langsung dibalikin mendingan sekalian besoknya dibawa maen. 4 hari sewa + bensin total abis 520 ribu. Bokek deh!
Porda kemaren bersyukur banget aku gak jadi ikut turun. Justru karena bisa jadi penonton aku dapet banyak pengalaman yang mungkin nggak bisa aku dapetin jika ikut turun race. Dari situ bisa dilihat, ternyata tenaga “badak” juga skill hebat gak ada artinya jika tidak bisa mengendalikan emosi dan didukung peralatan yang memadai. Sepeda yang dibawa gak jadi kepake, akhirnya ‘disewa-in’ ke temen. Gak menang sih, tapi lumayan lah, pengalaman. Bali lagi ke mobil, udah 2 hari sepeda dalem mobil terus, tambah deh sekalian buat Minggu, tanggung dikeluarin. Jadi inget waktu kejurda tahun lalu bawa sepeda dalem katana, diisi 3 orang, berangkat subuh2 ke TKP (Brooo!!!! Where r u???? yuk bikin video lagi he3..). Tapi jujur seneng banget tuh hari minggu. Rombongan sekitar 20 orang, kita nembus2 singletrack dari geothermal di Bedugul. Namanya juga seneng2 ya gak kebut2an, nyantai abis. Berangkat dari kost di Bukit Jimbaran jam 6 pagi, sempet kena macet waktu di pertengahan jalan, tapi akhirnya nyampe juga sekitar jam setengah 10. Siapin sepeda, gak lama langsung jalan. Treknya TOP abizzz! Hari tu jalan sekitar 40-an kilometer, tapi gak kerasa coz selain dingin juga rame2, jadi seru! Yang bikin agak bete, aku pake sepeda downhill, beratnya 19 kg, 8 speed, jok pendek, ampun deh maen cross country. Untungnya banyak turunan (meski gak bisa all out, kehalang rombongan, sebel deh!). Terakhir sempet nyoba turun lagi di lokasi kejurda downhill tahun lalu, lumayan, akhirnya dapet juga pelampiasan meski gak terlalu lama (“,). Yang paling seneng nih, akhirnya aku bisa dapet temen2 sesama pencinta sepeda gunung. Aku dikenalin ama temen2 dari Hilanders juga komunitas Mountain Bike Bali (finally....... fiuhhh,,,)
Hari itu terakhir kalinya aku ‘nunggangin’ Iron Horse-ku coz besoknya dah laku & dua hari kemudian datanglah Giant Reign 3 sebagai penggantinya.

Now it's just a memory.

In memorian.

Nama : Iron Horse Warrior Trail.
Masa pakai : 1 tahun
Telah pergi pada : 17 Juli 2007

Setelah menemaniku selama kurang lebih 1 tahun, akhirnya kamu harus pergi dan digantikan Giant Reign 3. Terima kasih atas pengabdian dan pengorbananmu. Jasamu begitu besar dalam mendukung pengembangan diriku. Di masa berat dan bahagia, dirimu selalu setia menemaniku, tanpa keluhan, tanpa banyak masalah. Selamat jalan kawan. Semoga pemilikmu yang baru memperlakukanmu sesuai dengan harapanmu.

We're Vervelen

Saya punya 5 orang sahabat yang ketemu secara gak sengaja di kisaran 2002. Richard, Kris, Fira, Siska dan Etha. Enggak pernah saling kenal sebelumnya, beda daerah asal, beda keahlian, beda kesenangan, beda bahasa, beda….. pokok-e beda semua. Saya asal Banyuwangi, Richard asal Manado, Kris asal Waingapu, Fira asal Dili, Siska asal Waikabubak dan Etha asal Medan. Tidak ingat juga tepatnya bagaimana kami bisa mulai jalan bersama. Sekarang kami tinggal nggak satu daerah lagi (hiks..). Sekarang kami menempati 4 pulau yang berbeda. Kris pulang ke Sumba. Etha kembali ke Medan. Fira melanjutkan S2 di Jogja. Richard pulang ke Surabaya. Siska kerja di Surabaya. Dan saya tetap setia di Bali.
Tahun 2007 merupakan tahun terberat bagi kami. Komunikasi tidak bisa dijaga seperti tahun2 sebelumnya. Jarak yang memisahkan kami membuat tagihan pulsa membengkak!, saling kesepian dan kangennnn!!!
Yahhh… apa mau dikata. Life goes on. Itulah sahabat. Bukan karena apa yang diterima. Tapi apa yang bisa kita berikan kepada sahabat kita walau terasa berat dan terkadang membuat kita sakit hati. Keep give the best…

Yeah! it's me.

Foto ni diambil waktu aku lagi liburan ke Surabaya bulan Mei yang lalu. Aku (yang kiiirriiii!!! lageee!, yang kanan adikku) cuman sempet beberapa hari doang di sana, acara padet banget. Maunya seeh kumpul doi teruz... Eh, sodara2 yang laen juga minta dikumpulin, jadi serba salah deh T_T... Tapi ya gpp lah, biar adil, semua dapet giliran. Kacian juga seh si doi (aduhhh, cori ya chayank, hiks.. hiks..), tetep bertahan ya. Biar kita jaoohhhh! tapi yang penting kan tetep sayang n setia. CIIIEEEEEEEEEE....